Bulan Depan SBY Akan Bergabung Di Facebook

Presiden SBY (REUTERS)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono makin gaul saja. Setelah sebelumnya telah memiliki akun Twitter, kini SBY akan lebih eksis lag di dunia maya. Bulan depan, orang nomor satu di Indonesia tersebut akan bikin akun Facebook.

Hal itu dikatakan langsung oleh SBY ketika bertemu Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar di kantor presiden.

"Bulan depan insya Allah saya bergabung di Facebook," kata SBY, Selasa (4/6).

SBY sebelumnya juga telah aktif di Twitter dengan akun @SBYudhoyono. Sejak posting pertama pada akun Twitter-nya pada Sabtu 13 Mei 2013, jumlah follower akun Twitter tersebut terus meningkat bahkan melebih dari satu juta orang.

Setelah Twitter dan Facebook, akankah SBY membuat akun jejaring sosial lainnya seperti Path, Instagram dan lainnya?
 
[war]
 

LIPI: Secara Teknis, Tidak Masalah e-KTP Difotokopi

Ilustrasi e-KTP
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperhatikan persoalan fotocopy e-KTP yang mencuat di masyarakat. Berdasarkan analisis LIPI, tidak ada masalah e-KTP difotocopy sebanyak apa pun.

"Jadi suatu objek rusak karena difotokopy sangat kecil kemungkinannya,” kata peneliti bidang Electro-Magnetic Compatibility (EMC) Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP) LIPI, Aditia Nur Bakti, melalui situs resmi lipi.go.id, Minggu (12/5/2013).

Aditia menjelaskan, pada saat menggunakan mesin fotokopy objek yang akan difotocopy di atas kaca, ditutup oleh penutup mesin. Sesaat setelah penutup mesin ditutup, selanjutnya mesin akan melakukan scanning permukaan kacanya dengan menggunakan cahaya, yang selanjutnya akan dicetak.

"Objek yang difotocopy hanya akan terpapar oleh cahaya dan sebagian pengaruh emisi radiasi dari mesin fotokopi yang besarnya mungkin tidak signifikan dan objek yang difotocopy tersebut tidak terlalu terkena panas, karena yang panas biasanya hasilnya," ujar Aditia.

Aditia menyebutkan e-KTP terdiri dari tiga bagian, yakni bagian atas, tengah, dan bawah. Bagian bawah sama dengan bagian atas yang dilapisi plastik. Sementara bagian tengah harus diperhatikan karena terdapat chip Radio Frequency Identification (RFID) dan antena.

RFID menggunakan frekuensi radio medan elektromagnetik (EMC) untuk mentransfer data secara wireless, biasanya digunakan untuk mengidentifikasi suatu chip yang ditanamkan pada suatu objek secara otomatis. Chip RFID menyimpan berbagai informasi suatu objek secara elektronik, data-data ini kemudian dapat dibaca dengan menggunakan RFID reader yang sesuai.

"Jadi sebenarnya e-KTP difotocopy berkali-kali pun, secara teknis sebenarnya tidak ada masalah," tutup Aditia.

source

e-KTP Tidak Boleh Difotokopi, Itu Salah Besar

Petugas mendata KTP Elektronik di Kantor RW 04, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, Minggu 12 Agustus 2012. (Dokumentasi: TEMPO/Subekti.)

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan larangan terlalu sering memfotokopi e-KTP tidak ditujukan kepada masyarakat, tetapi untuk instansi pemerintah dan swasta. "Nggak ada larangan masyarakat, ini hanya masalah ketidakmengertian saja," kata Gamawan pada acara
Rakornas ke-IV Tim Pengendalian inflasi Daerah Tahun 2013 di Puri Agung Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Selatan.

Larangan itu termuat dalam Surat Edaran Nomor 471.13/1826/SJ tanggal 11 April 2013 tentang pemanfaatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).  Gamawan mengatakan instansi pemerintah dan swasta wajib menggunakan card reader untuk membaca data yang dalam e-KTP.

Mendagri mengingatkan semua unit kerja/badan usaha yang memberikan pelayanan kepada masyarakat agar memiliki card reader paling lambat akhir tahun 2013. Kelengkapan teknis sudah tercantum dalam Pasal 10C ayat (1) dan (2) Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2011.

"Apabila masih terdapat unit kerja atau badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, masih memfotocopi, menstrapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan karena sangat merugikan masyarakat, khususnya pemilik e-KTP," kata Gamawan.

 Gamawan menjelaskan sejauh ini jumlah e-KTP yang sudah dicetak mencapai 137 juta. Khusus DKI Jakarta sudah 5,7 juta.

source

Baca Juga Berita Terkait e-KTP ini : LIPI: Secara Teknis, Tidak Masalah e-KTP Difotokopi

Pessel Dapat Penghargaan Transmigrasi

PAINAN – Awal tahun yang indah. Begitulah sepenggal kalimat yang diucapkan Bupati Pesisir Selatan H. Nasrul Abit kepada Singgalang Senin (14/1). Baru dua pekan 2013 berjalan, daerah itu sudah berhasil menyabet dua penghargaan dari pemerintah pusat.

Kali ini, Pesisir Selatan menerima penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Namanya Transmigration Award 2012. Terpilihnya Pessel atas kesungguhan dalam melaksanakan pembangunan transmigrasi. Sedangkan di minggu pertama, penghargaan diterima dari Kementerian Agama, terkait dengan Program Magrib Mengaji dan Kembali ke Surau.

 “Alhamdulillah ini semoga jadi awal yang baik bagi Pemkab Pessel dalam menyongsong tahun 2013. Semoga berbagai prestasi di sektor lain juga akan bermunculan setelah ini,” terang Nasrul Abit. Menurut bupati, penghargaan di bidang transmigrasi tersebut merupakan bentuk apresiasi pusat atas keberhasilan Pessel dalam menyukseskan program transmigrasi. Baik dipandang dari serapan anggaran maupun tingkat kesejahteraan masyarakat transmigran.

 “Pusat telah mengunjungi lokasi transmigrasi kita. Karena telah banyak infrastruktur terbangun serta semakin baiknya kehidupan masyarakat di sana, makanya kita terpilih menerima penghargaan transmigrasi,” kata Nasrul Abit. Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu daerah yang menjadi tujuan lokasi penempatan program transmigrasi nasional. Beberapa lokasi tersebut tersebar di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Lengayang, Pancung Soal, Lunang dan Kecamatan Silaut.

Penghargaan ini bagi Pemkab Pessel menjadi pelecut semangat para insan transmigrasi untuk bekerja lebih gigih sehingga program transmigrasi yang dilakukan pemerintah daerah dapat mensejahterakan kehidupan para transmigran. “Award ini menjadi reward bagi kita semua. Ke depan mari kita tingkatkan kinerja, tidak saja bidang transmigrasi, tetapi semua bidang sehingga Pesisir Selatan akan lebih baik, dan lebih sejahtera, seperti yang kita cita-citakan,” ujar Bupati yang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial, Khairul Efendi.

Penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini berjenis Makarti Nayotama. Artinya Pessel telah berhasil menjalankan program transmigrasi di daerahnya. “Penghargaan ini diharapkan menjadi sugesti bagi kita untuk terus memberikan kinerja maksimal bagi terlaksananya program transmigrasi di Pesisir Selatan, baik yang didanai APBN maupun APBD provinsi dan kabupaten,” jelas Wakil Bupati Editiawarman. (529)

 

Harian Singgalang 

DPD-RI Kunjungi DOB Renah Indojati, Masyarakat Berharap Rekomendasi

PAINAN - Komite I DPD RI melakukan kunjungan kerja ke calon Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Renah Indojati, Selasa (5/2).

Rombongan disambut Wakil Bupati Pesisir Selatan, H.Editiawarman, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Rosman Effendi, Ketua Presidium Pemekaran, Badrus Syamsi, Ketua Percepatan Pembentukan Kabupaten Renah Indojati, Raswin serta elemen masyarakat.

Kunjungan itu dalam rangka menindaklanjuti usulan pembentukan Kabupaten Renah Indojati, DPD RI akan memberikan rekomendasi kepada DPR RI. Rombongan Komite I DPD RI terdiri dari, Ketua Alirman Sori, Anggota Kamaruddin, Denty Eka Widi Pratiwi, Tellie Gozelie dan Muhammad Gazali.

Komite I DPD RI bertatap muka dengan presidium, panitia percepatan pembentukan kabupaten serta komponen masyarakat Renah Indojati di Gedung Pertemuan Simpang Tiga Inderapura, Kecamatan Pancung Soal. 


Wabup Editiawarman dalam kesempatan itu memaparkan, calon daerah otonomi baru Kabupaten Renah Indojati merupakan pemisahan 6 kecamatan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan yaitu Pancung Soal, Air Pura, Ranah Ampek Hulu Tapan, Basa Ampek Balai Tapan, Lunang dan Silaut.

Calon kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.347 Km2 dengan jumlah penduduk 106.888 jiwa. Untuk membentuk daerah otonomi baru harus memenuhi persyaratan teknis sebagaimana tertera di PP No.78 tahun 2007, yakni terpenuhinya 4 faktor utama dan total skor tidak kurang dari 240.

Penghitungan terhadap indokator-indikator persyaratan teknis pembentukan Kabupaten Renah Indojati dilakukan dengan menggabungkan data dari 6 kecamatan yang kemudian dibandingkan dengan rata-rata kabupaten di Sumbar.

Dari penghitungan tersebut, terlihat bahwa total skor dari 35 indikator sebagaimana tertera dalam PP No.78 tahun 2007 adalah 361 yang dikategorikan sebagai ?mampu? untuk dibentuk daerah otonomi baru setingkat kabupaten. Sedangkan jumlah penduduknya hanya 40 persen dari rata-rata jumlah penduduk kabupaten-kabupaten di Provinsi Sumatra Barat kelak akan bertambah jika kabupaten itu terbentuk.

Berdasarkan hasil kajian Universitas Andalas Padang terhadap pembentukan daerah otonomi baru di Kabupaten Pesisir Selatan, di mana hasil kajian teknis menunjukan bahwa Kabupaten Renah Indojati ?mampu? untuk dibentuk serta Kabupaten Pesisir Selatan ?sangat mampu? untuk dimekarkan.

 Ketua Percepatan Pembentukan Kabupaten Renah Indojati, Raswin menyatakan, pembentukan Kabupaten Renah Indojati semata-mata untuk kepentingan masyarakat. Lalu, peningkatan pembangunan di berbagai bidang, pelayanan kepada masyarakat dan optimalisasi potensi sumberdaya alam.

Di sini, potensi sumberdaya alam yang cukup besar berada di sektor perkebunan yang menjadi unggulan. Bahkan, beberapa investor eksis menanamkan investasi di sektor perkebunan kelapa sawit salah satunya PT.Incasi Raya. Di samping mengelola ribuan hektare lahan sawit, perusahaan ini juga memiliki sebuah pabrik CPO bersakala besar yang juga menampung hasil sawit masyarakat.

Kemudian PT.Sapta, PT.SAK, PT.SJAL dan lainnya. Perusahan tersebut telah banyak menyerap tenaga kerja serta memunculkan multiplier effect terhadap ekonomi masyarakat. Renah Indojati yang merupakan gabungan enam kecamatan yaitu Pancung Soal, Air Pura, Basa Ampek Balai Tapan, Renah Ampek Hulu Tapan, Lunang dan Silaut juga memiliki potensi pertambangan yang dapat dioptimalisasi seperti batu bara dan emas.

Kemudian potensi pertanian, kelautan dan perikanan serta parawisata. Di samping itu, sarana dan prasarana ekonomi yang bisa dibangun adalah kawasan Taluk Pulai dan Muaro Sakai menjadi pelabuhan ekspor hasil bumi baik dari daerah tetangga Bengkulu Utara, Muko Muko, Sungai Penuh, Kerinci maupun Pesisir Selatan sendiri.

Bahkan, kawasan yang begitu luas dapat pula dimanfaatkan untuk pembangunan Bandara. Empat aliran sungai besar di daerah itu bisa menjadi sumber irigasi untuk pengembangan sektor pertanian dan perikanan, sumber air bersih dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Di sana juga terdapat kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang kaya dengan flora dan fauna. Hewan langka seperti harimau sumatra, rusa, kambing hutan, elang dan lainnya setia mendiami kawasan tersebut. Sedangkan objek wisata yang bisa dikembangkan adalah Pantai Ujung Tanjung, Pasir Ganting, Teluk Pulai, air terjun Sako, cagar budaya Mandeh Rubiah dan situs bersejarah kerajaan Inderapura.

Kami berharap kepada Komite I DPD RI agar memberikan rekomendasi pembentukan Kabupaten Renah Indojati yang dilanjutkan kepada DPR RI. Ini sudah menjadi keinginan masyarakat di eks Kecamatan Pancung Soal yang kini telah dipecah menjadi enam kecamatan.

Di samping itu, kami meminta semua kompenen masyarakat menyatukan tekad untuk pembentukan kabupaten, tegasnya.

Ketua Komite I DPD RI, Alirman Sori merespon aspirasi masyarakat untuk terbentuknya kabupaten baru yang diberi nama Renah Indojati. Aspirasi tersebut memang telah lama muncul, dan semata-mata untuk kepentingan masyarakat. Karena jauhnya jarak antara ibu kota kabupaten dengan daerah itu.

Ini merupakan tanggungjawab moral bagi kami dan terus memperjuangkannya di tingkat pusat. Buktinya, kami langsung turun ke lapangan untuk melihat dari dekat kondisi calon DOB Renah Indojati sekaligus menghimpun aspirasi yang berkembang di masyarakat. Insya Allah, dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, rekomendasi ini akan segera keluar, ucapnya.

Dikatakan, dari aspek administratif dan fisik kewilayahan, Renah Indojati sangat layak menjadi sebuah kabupaten. Bahkan, itu telah didukung oleh hasil kajian teknis dari Perguruan Tinggi dalam hal ini Universitas Andalas Padang. Segala persyaratan untuk pembentukan DOB sebagaimana yang diamanatkan undang-undang telah dipenuhi, ujarnya. (214)

HARIAN SINGGALANG 

Silaut Terendam Banjir, Empat Wilayah Terisolir

Truk Pengangkut kelapa sawit silaut nekat menerobos banjir
Hujan deras yang mengguyur wilayah silaut , kecamatan Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar selama hampir 12 jam non stop Pada Rabu (02/11/11) hingga Kamis (03/11/11) dini hari mengakibatkan Sungai batang silaut meluap dan merendam Ribuan pemukiman warga.


Di beberapa wilayah terparah yaitu Sungai Serik, Silaut 3, Silaut 4, dan Silaut 5, ketinggian air mencapai dada orang dewasa. air juga merendam ratusan hektar lahan perkebunan, jalan utama hingga menyebabkan terputusnya akses jalan dan mengakibatkan wilayah tersebut terisolir. terputusnya akses jalan juga menyebabkan aktifitas Warga terhenti Total.

Pengangkutan Hasil Pertanian seperti Kelapa sawitpun sempat terganggu. namun beberapa supir Nekat Menerobos Derasnya arus Banjir. selain merendam empat wilayah, banjir juga merendam sebagian kecil wilayah Silaut 1 dan Silaut 2. Belum ada laporan mengenai korban jiwa. namun kerugian ditaksir mencapai Ratusan Juta Rupiah.


Menurut keterangan warga, air mulai datang sekitar pukul empat dini hari. "air sangat cepat meninggi, sehingga kami segera melakukan evakuasi terhadap barang-barang di rumah ketempat yang aman" ucap salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir hingga 1 meter.

Hingga Berita ini diturunkan, belum terlihat adanya bantuan dari Tim SAR untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terisolir. volume air juga belum terlalu berkurang. cuaca pun masih terlihat Mendung sehingga membuat warga kawatir adanya banjir susulan jika hujan kembali turun.

Banjir yang melanda Silaut bukan pertama kalinya terjadi. Warga mengaku, Banjir selalu melanda wilayah silaut setiap Tiga Tahun sekali. sebelumnya banjir juga pernah melanda pada tahun 2008 dan kembali terulang pada tahun 2011 ini. warga berharap, adanya upaya dari Pemerintah untuk melakukan usaha untuk Pencegahan agar Banjir tidak terjadi kembali ditahun selanjutnya. (DA)

Dari Pada Bunuh Diri, Mending Curhat di Hotline 50454

Bunuh diri seperti sedang menjadi tren di Jakarta. Dalam kurun waktu dua bulan belakangan, sudah terjadi enam peristiwa bunuh diri dengan cara terjun dari lantai atas pusat perbelanjaan ataupun gedung tinggi lainnya.

Pelaku bunuh diri umumnya bersikap amat tertutup dan enggan menceritakan persoalan yang menghimpitnya kepada orang lain. Untuk mengatasi masalah ini, Kementerian Kesehatan kini memasang sambungan telepon langsung atau hotline yang khusus ditujukan untuk menampung berbagai keluhan warga.

Dengan fasilitas ini, penelepon dapat leluasa menceritakan dan membagi segala permasalahannya kepada petugas tanpa harus khawatir identitasnya diketahui orang lain. Diharapkan, layanan ini dapat mengurangi angka bunuh diri.

"Kami punya hotline 50454. Itu untuk menampung curhat orang," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di Kantor Presiden, Kamis, 6 Januari 2011.

Percakapan melalui sambungan itu bertujuan untuk memberikan relaksasi pikiran si penelepon. Tapi, petugas tak akan memberikan advis apa-apa. "Tugas utama kami memang hanya mendengarkan," Endang menjelaskan.

Beberapa waktu belakangan ini, Jakarta digemparkan rangkaian kasus bunuh diri. Yang terakhir, terjadi Selasa kemarin ketika Hendrik Cendana mengempaskan diri dari lantai tiga Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat. Tewas mengenaskan.

Selang kurang dari 4 jam, di hari yang sama, Iwan (37 tahun) juga melompat dari Lantai 9, Hotel Boetiq Kamar 909, Jalan S Parman, Jakarta Barat. Usaha bunuh diri warga Jalan Mangga Besar XVIII ini tak berhasil.

Sehari sebelumnya, Agus Wartono terjun dari lantai 6 Blok M Square. Diduga depresi setelah diserang stroke. Pada 28 Desember 2010, Gendra Aldysa terjun dari lantai 15 Apartemen Hamtons Park, Cilandak, Jakarta Selatan. Persoalannya sepele. Dia bunuh diri gara-gara tak diberi uang oleh orangtuanya untuk menonton final Piala AFF 2010.

Pada 20 Desember 2010, giliran FX Plaza. Kuang Young meloncat dari lantai 3 dan tewas seketika. Lalu 30 November 2010. Seorang pria tewas bunuh diri setelah melompat dari lantai 4 Mal Ciputra.

Di hari yang sama, insiden serupa terjadi di Gajah Mada Plaza. Pelakunya adalah Suhunan Sjahrir, 44 tahun. Dia meloncat dari lantai 7 dan tewas dengan kepala berantakan. (kd)

www.vivanews.com

Jimly: Denny 'Tergelincir' Paspor Gayus

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie mengkritik Sekretaris Satuan Tugas Pemberantas Mafia Hukum Denny Indrayana yang mengunggah foto paspor pria mirip terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan ke akun twitter pribadi. Menurut Jimly, Denny tergelincir.

"Jadi, saudara Denny itu tergelincir sedikit dalam soal ini," kata Jimly usai acara Ikatan Sarjana Hukum Indonesia bertajuk 'Resolusi Hukum 2011: Menata Kembali Hukum Indonesia' di Four Season Hotel, Jakarta, Kamis 6 januari 2011.

Menurut Jimly, perlu dipisahkan antara institusi dan pribadi. Dan memang Jimly sendiri mengakui agak kesulitan memisahkan antara dua hal itu.

"Cuma sebagai pejabat publik, dia harus tahu bahwa itu masalah pubilk, masalah institusi dan mana masalah pribadi," ujarnya.

Bagi Jimly, kesulitan memisahkan institusi dan pribadi bisa berujung korupsi. Karena itu merupakan salah satu sumber korupsi.

"Walaupun tidak ada kaitan dengan korupsi ekonomi, tapi ini adalah salah satu contoh conflict of interest yang tidak dijaga antara pribadi dengan institusi," jelas Jimly.

Menurut Jimly, Denny sudah memasukkan urusan publik ke domain pribadi. Dampaknya, Denny mendapat keuntungan pribadi, seperti misalnya popularitas.

"Padahal, dokumen yang dipakai itu dokumen publik. Tapi memang kesalahan itu tidak terlalu serius. Cukup kita peringatkan saja jangan lagi begitu," ujar Jimly.

Sebelumnya, Denny mengakui, gambar paspor yang dia unggah di akun Twitter-nya itu, @dennyindrayana, berasal dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Gambar itu didapat Satgas melalui mekanisme resmi.

"Ini zaman social media, dan itu untuk menunjukkan ada indikasi permasalahan dalam dunia hukum," kata Denny kepada VIVAnews.com, Rabu, 5 Januari 2011.

Lantas kenapa tidak diunggah di situs ataupun akun Twitter resmi Satgas? "Twitter Satgas follower-nya sedikit dan situs Satgas belum banyak yang tahu. Jadi saya gunakan akun saya," kata Denny.

www.vivanews.com

100 Hari Kapolri, Jaring Ratusan Preman

Salah satu program 100 hari Kapolri Jenderal Timur Pradopo adalah pemberantasan preman dan penyakit masyarakat. Untuk mewujudkannya, Polri pun menggelar sejumlah operasi di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan operasi itu sudah dilakukan sejak 8 hingga 28 November lalu. Awalnya operasi itu mempunyai target operasi (TO) terhadap 668 kasus. Namun, dalam pelaksanaannya, operasi itu mengalami perkembangan sasaran yang cukup banyak.

"Di luar TO ada non TO, artinya berkembang dari situasi lapangan jumlahnya 3.542 kasus," kata dia. "Paling banyak menonjol kasus premanisme."

Iskandar merinci, dari 668 kasus yang menjadi target operasi, polisi berhasil menangkap 906 tersangka. Namun, tidak semua tersangka yang tertangkap dari kasus yang menjadi TO itu ditahan. "Yang ditahan 537 orang," kata dia.

Sementara itu, lanjut dia, dari 3.524 kasus yang tidak menjadi target operasi, berhasil ditangkap 6.130 tersangka. Sebanyak 2.396 tersangka diantaranya ditahan. "Yang dibina 4.084 orang," kata dia.

Selain tersangka, polisi juga berhasil sejumlah barang bukti dari operasi tersebut. Barang bukti itu antara lain berupa uang dengan total Rp1.022.093.900, senjata api sebanyak 18 pucuk, senjata tajam sebanyak 257, dan kendaraan 454 unit berupa roda dua dan roda empat.

Berdasarkan waktu terjadinya kejahatan, dia mengatakan kejadian itu kebanyakan terjadi antara pukul 24.00 sampai jam enam pagi. "Jadi memang malam kalau dilihat jamnya," kata dia.

Sedangkan tempat-tempat yang rawan premanisme paling banyak di terminal, pasar, dan pertokoan. "Tiga itu yang paling rawan," kata dia. (umi)

www.vivanews.com

Draft RUU Keistimewaan Yogyakarta Rampung

Kementerian Dalam Negeri telah menyelesaikan draf Rancangan Undang-Undang tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Di tingkat Kemendagri sudah selesai," ujar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi usai memimpin rapat finalisasi RUU Keistimewaan DIY di kantornya., Jakarta, Senin, 6 Desember 2010.

Dalam rapat finalisasi yang digelar sejak pukul 09.00 hingga pukul 18.00 tadi membahas seluruh kewenangan Sultan Hamengkubuwono dan Adipati Pakualam, serta mekanismenya. "Semua sudah kami rumuskan. Tinggal secara formal ditandatangani saja," ujarnya.

Rabu 8 Desember mendatang, draf akan diserahkan ke Sekretariat Negara untuk pembuatan ampres atau amanat presiden. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ditandatangani Presiden, kemudian kami antar ke DPR."

Arif Wibowo, anggota Komisi bidang pemerintahan DPR, mengatakan, DPR berharap draf RUU Keistimewaan Yogyakarta dari pemerintah bisa diterima pekan ini. Menurutnya, sejauh ini, delapan fraksi di DPR, kecuali Demokrat, telah menunjukkan sinyal sepakat untuk penetapan Gubernur DIY, bukan pemilihan.(umi)

www.vivanews.com

Jangan Biarkan Darah Melukai Natal di Papua

Kasus penembakan warga sipil di Papua membuat legislator asal daerah pemilihan itu angkat bicara. Anggota Komisi X DPR Diaz Gwijangge berharap bulan ini menjadi momentum untuk menghentikan penangkapan dan penembakan warga sipil.

“Bulan Desember dan memasuki Hari Natal sebaiknya Papua tidak dijadikan ajang penangkapan dan penembakan warga sipil. Wilayah itu harusnya ditetapkan sebagai tanah damai,” ujar anggota Fraksi Demokrat itu kepada VIVAnews, Senin, 6 Desember 2010.

Diaz menyesalkan atas meningkatnya aksi penembakan terhadap sejumlah warga di wilayah tersebut. Menurutnya, hal itu melukai masyarakat kecil yang mendambakan kedamaian. "Tak perlu lagi ada penangkapan maupun penembakan warga sipil. Biarkan masyarakat merayakan Natal dalam suasana damai dan tentram," ujarnya.

Menurutnya, penangkapan, penahanan, dan penembakan warga tidak pernah menyelesaikan masalah. Dia meminta aparat melihat setiap permasalahan dengan jernih dan menanganinya dengan pendekatan kemanusiaan.

"Masyarakat tidak serta merta menjadi kambing hitam atas setiap aksi penembakan. Saya minta agar kasus seperti itu tidak terulang lagi,” ujarnya.

Menurutnya, ada sesuatu yang janggal karena 1 Desember yang disebut-sebut menjadi HUT OPM dibesar-besarkan sehingga menjustifikasi pihak aparat keamanan melakukan penggeledahan dan penangkapan warga sipil.

”Insiden itu melukai masyarakat kecil yang mendambakan kedamaian. Saya berharap agar bulan Desember ini Papua dijadikan tanah damai. Tak perlu lagi ada penangkapan maupun penembakan warga sipil. Biarkan masyarakat merayakan Natal dalam suasana damai dan tentram,” kata Diaz. (umi)

www.vivanews.com

Gawat, Teroris Bakal Balas Dendam Untuk Eksekusi Amrozi Cs

Mabes Polri akan menyelidiki infomasi kemungkinan serangan balasan teroris terkait eksekusi mati atas pelaku Bom Bali, Amrozi cs pada 2008 lalu yang dimuat dalam situs WikiLeaks.

“Ya pasti kami selidiki, kan Densus punya intelijen,” Kepala Bagian Humas Polri Komisaris Besar Boy Rafly Amar saat dihubungi, Minggu 5 Desember 2010.

Dalam laporan bocoran dari kantor perwakilan Amerika Serikat (AS) di Jakarta itu memuat laporan Komite Aksi Darurat (Emergency Action Comittee/EAC) Jakarta akan yang akan bertemu pada 30 Oktober untuk membicarakan implikasi dari eksekusi atas para pelaku Bom Bali bagi keamanan.

Menurut laporan itu, muncul rumor di Jakarta bahwa tidak tertutup kemungkinan bakal ada serangan balasan dan demonstrasi oleh mereka yang mendukung para tereksekusi.

Meskipun EAC Jakarta tidak mendapatkan informasi yang spesifik atau kredibel mengenai rencana serangan-serangan itu, namun salah satu laporan menyebut kemungkinan serangan pengebom bunuh diri atas sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta, terutama mal Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Tapi kami meminta masyarakat jangan panik,” tambahnya.

Pengamanan di tempat perbelanjaan pun tetap dilakukan seperti biasa karena masing-masing sudah memiliki prosedur pengamanan sendiri. “Tapi tetap wasapada,” tambahnya.

Sejak mulai diunggah ke domain publik pada 28 November 2010 hingga Minggu pagi, 5 Desember 2010, rentetan bocoran informasi dari WikiLeaks itu belum mengungkapkan laporan khusus dari Kedutaan Besar AS di Jakarta. WikiLeaks, menurut indeks yang dimuat harian The Guardian, memiliki 3.059 laporan dari Kedubes AS di Jakarta dari November 1990 hingga Februari 2010.
WikiLeaks sendiri mengklaim memiliki 251.287 bocoran memo diplomatik AS dan hingga kini baru mengunggah 821 dokumen.

Sementara itu, Amrozi Cs dieksekusi mati pada Minggu, 9 November 2008, pukul 00.15 WIB. Mereka dieksekusi di Nusakambangan. Ketiga terpidana divonis mati setelah dinyatakan bersalah merencanakan dan melakukan aksi teror meledakkan dua bom di kawasan Legian, Kuta, Bali, pada 12 Oktober 2002. Bom pertama meledak di Paddy’s Irish Bar sedangkan bom kedua meletup di dekat Sari Club. Akibatnya, 202 orang tak berdosa tewas dan 305 lainnya luka-luka--termasuk sejumlah warga Indonesia dan umat Muslim. Bom ketiga meledak di dekat kantor Konsulat Amerika Serikat di Denpasar, namun tak ada korban jiwa.

Ketiga gembong teror itu disidang secara terpisah. Amrozi divonis hukuman mati pada 7 Agustus 2003, Imam Samudra dipidana mati pada 10 September 2003, dan Mukhlas, yang merupakan kakak Amrozi, dijatuhi hukuman mati pada 2 November 2003. Sebelum ditembak, ketiganya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali, namun kemudian dipindahkan ke LP Batu, Nusakambangan.

www.vivanews.com

Polisi Sita HP dan Foto Keluarga Gayus

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri menggeledah rumah Gayus Tambunan, terkait kasus keluar masuknya Gayus dari rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Dari rumah terdakwa kasus mafia pajak ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti penting.

"Kami menyita handphone sebanyak empat buah, micro adaptor satu unit, pas foto sebanyak lima lembar (Gayus, Milana A, dan Gagah Gatuso Tambunan)," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Marwoto Soeto saat dihubungi, Kamis, 18 November 2010.

Penyidik, kata dia, juga telah menemukan manifest penumpang pesawat Lion Air rute Jakarta-Bali pada 4 November 2010. Dalam manifest itu tercantum nama istri dan anak Gayus. Sedangkan Gayus sendiri menggunakan nama palsu, Sony Laksono.

Tiket itu dipesan atas nama Mrs Rani dari biro perjalanan, Avia Tour. Selain itu, penyidik juga menemukan pemesanan voucher Hotel Westin Resort, Nusa Dua Bali juga atas nama Mrs Rani untuk dua hari, mulai tanggal 4 sampai 6 November 2010.

Sebelumnya, penyidik melakukan penggeledahan dan penyitaan berbagai dokumen di rumah mantan Kepala Rutan Mako Brimob, Komisaris Polisi Iwan Siswanto terkait dugaan suap yang diberikan Gayus.

"Telah dilakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap di rumah tersangka Kompol Iwan dengan hasil buku tabungan BCA sebanyak satu lembar, kartu ATM satu buah, bon pembelian emas tiga lembar," kata Marwoto.

Dia mengatakan penyidik juga telah memeriksa 14 saksi untuk Kompol Iwan. Saksi-saksi yang diperiksa, termasuk bawahan Kompol Iwan yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka karena dituduh ikut menerima suap dari Gayus. "Pemeriksaan terhadap tersangka sudah seluruhnya (9) diminta keterangan," kata dia.

Iwan diduga menerima Rp368 juta dari Gayus agar mendapatkan berbagai kemudahan di dalam tahanan Mako Brimob. Sedangkan delapan bawahan Iwan diduga menerima Rp5 juta. Gayus pun sudah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap ini.

www.vivanews.com

Saat Macan Tutul Masuk Laboratorium UGM

Keberadaan macan tutul atau Panthera pardus di lereng Gunung Merapi masih sangat misterius. Tidak pernah diketahui berapa jumlahnya, tetapi kerap muncul bahkan hingga ke kampus Universitas Gadjah Mada (UGM)

"Saya sendiri pernah mendapati dan menemukan langsung. Macan tutul itu sampai turun ke UGM. Masuk ke laboratorium UGM," kata Manajer Kebun Binatang Gembiraloka, Joko Tirtono, kepada VIVAnews.com.

Kejadian itu terjadi sekitar tahun 1980-an dan berlangsung di Kampus UGM. Kejadian itu tak pernah lekang dari ingatan Joko. Suasana pun panik.

Kali kedua, hewan lincah yang piawai memanjat pohon itu kembali terlihat. Kali ini si macan terlihat di kawasan Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.

"Saat di Godean, yang terlihat itu macan tutul hitam atau macan kumbang. Saya temukan itu sekitar tahun 1990-an," kata Joko. Sayangnya, saat macan kumbang itu ditemukan, kondisinya sangat-sangat mengenaskan.

Badannya penuh luka tembak senapan angin. Bahkan ada 40 butir lubang peluru senapan angin bersarang di tubuh si macan kumbang.

"Maka itu saya mengimbau kepada masyarakat, kalau menemukan hewan buas itu jangan lari. Gunakan obor saja untuk menyelamatkan diri," ujar pria yang mendapat gelar Tirtodiprojo dari Pakualaman ini.

Sedangkan untuk populasi Harimau Jawa atau Panthera tigris itu sama sekali tidak ada di Merapi. Jenis Harimau Jawa sudah punah sama sekali. Saat ini yang tersisa hanya Harimau Sumatera di habitat aslinya, Pulau Sumatera.

"Macan tutul ini juga termasuk hewan yang dilindungi pemerintah Indonesia. Satwa liar yang dilindungi undang-undang," ujar dia.

www.vivanews.com

Tak Ada Sejarah, 'Wedhus Gembel' Sampai Yogya

Lebih tiga pekan pasca erupsi pertama, Selasa 26 Oktober 2010, Gunung Merapi belum menunjukkan tanda-tanda bakal tenang. Ia terus memuntahkan awan panas 'wedhus gembel' dan lahar dingin ke sungai-sungai yang berhulu di puncaknya.

Staf Khusus Presiden Bidang Penanggulangan Bencana, Andi Arief dalam akun Twitternya, mengutip pendapat ahli vulkanologi, Ratdomopurbo, tentang situasi terakhir Merapi.

Sebagai gunung paling aktif di Indonesia, letusan Merapi berulang kali. Interval waktu antar letusan berkisar 1-6 tahun. Pada berupa letusan kecil, hanya menghancurkan kubah lava yang ada di puncak dan membentuk awan-panas ke salah satu atau dua hulu sungai.

Perkecualian, letusan yang terjadi pada tahun 1822, 1872 dan 1930, dan 1961 -- itu belum termasuk letusan lain yang tak tercatat dalam sejarah.

"Kalau kita cermati, proses awal dari letusan 2010 ini mirip seperti letusan 1822 dan 1872 yaitu tidak dimulai dengan muncul nya kubah lava," kata Andi Arief, Sabtu 13 November 2010.

Kemiripan letusan tahun ini dengan 1822 dan 1872 adalah timbulnya gemuruh sangat keras dan getaran yang dirasakan penduduk. Juga sama-sama eksplosif. "Tiga letusan besar tersebut masuk dalam kategori letusan Type-D," tambah Andi Arief.

Saat ini intensitas Merapi memang sedang menurun, namun masih tetap ada letupan-letupan yang tidak terlalu besar. Ini terjadi karena setelah letusan, magma yang ada di dalam naik ke permukaan dan membentuk kubah lava, dan kubah lava tersebut yang diletuskan dan membentuk kolom letusan.

Masyarakat diimbau tidak terlalu khawatir dengan kondisi Merapi. Berdasarkan pengalaman 1822 dan 1872, "Dalam sejarah geologi, minimal sejak 3.000 tahun yang lalu, tidak ada awan panas yang sampai melanda kota Yogyakarta."


www.vivanews.com

Merapi Dipasangi Mikrofon Infrasonik Jepang

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memperoleh bantuan tiga mikrofon infrasonik untuk membantu proses pemantauan aktivitas Gunung Merapi.

Mikrofon infrasonik akan segera dipasang untuk mempertajam pantauan terhadap aktivitas gunung teraktif di Indonesia itu agar diketahui grafik aktivitas Merapi lebih cepat dan baik.


Alat itu bantuan dari empat ahli vulkanik dari jepang yaitu, Prof Kenji Nogami, Prof Masato Iguchi, Takayuki Kaneko, dan Satoru Ishii.

Mikrofon infrasonik itu telah dipasang di gunung api yang ada di Jepang. Pemasangan mikrofon infrasonik tersebut juga akan dilakukan di Gunung Krakatau dan Semeru.

Salah seorang ahli vulkanik dari Jepang, Prof Masato Iguchi mengatakan, proses erupsi Gunung Merapi telah mengundang perhatian peneliti dunia, sehingga dirinya bersama dengan tiga ahli vulkanik datang ke Yogyakarta untuk berusaha ikut memahami fase-fase Merapi.

"Alat ini mampu merekam perubahan di puncak merapi dari sistem suara yang dikeluarkan. Sangat membantu ketika puncak Merapi tertutup kabut,” paparnya, Jumat 12 November 2010.

Erupsi Merapi pada 2010 mengalami perubahan tipe letusan apabila dibandingkan sebelum 2006. "Kami akan memberikan pendampingan kepada PVMBG dari sisi keilmuan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono menjelaskan, dengan alat mikrofon infrasonik itu akan diperoleh grafik data yang lebih akurat. Karena, pengamatan yang dilakukan petugas di lapangan tidak pernah mendengar letusan, tapi hanya mendeteksi getaran.

"Alat ini mampu menangkap gelombang tekanan udara yang ditimbulkan letusan Gunung Merapi," katanya.

Dengan tambahan alat itu, diharapkan data yang masuk akan mudah dianalisis sebagai data statistik tambahan yang akurat soal aktivitas dan jumlah letusan. "Jadi tidak hanya berdasarkan pengamatan visual dan alat pada seismometer," ujarnya. (art)

Laporan: Juna Sanbawa| Yogyakarta

www.vivanews.com

Belilah Daging Kurban dari Korban Merapi

Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Purnomo, mengimbau kepada PNS dan umat muslim yang ingin berkurban untuk membeli hewan dari peternak korban bencana Merapi. Ini untuk meringankan beban hidup mereka. Pemerintah Sleman akan menjembati pembeli dan pemilik hewan kurban.

"Akan diberi kemudahan. Ini semua kita lakukan untuk meringankan beban para peternak korban Merapi," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Riyadi Martoyo, Jumat, 12 November 2010

Untuk itu Kabupaten Sleman telah menyiapkan barak ternak bagi para peternak di Lereng Merapi yang akan menjual hewan mereka. Letaknya di lapangan Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, dan Lapangan Tirtomartani di Kecamatan Kalasan. "Calon pembeli dapat langsung bertransaksi dengan pemiliknya mulai hari ini," kata dia.

Riyadi memastikan setiap hewan kurban yang dijual telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan umurnya telah memenuhi syarat sebagai hewan kurban. "Sudah lolos tes kesehatan dan umurnya telah memenuhi syarat," paparnya

Hewan yang akan dijual adalah sapi dan kambing. "Harga sapi hidup berkisar Rp22 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram," katanya.

Dari pantauan VIVAnews.com, menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan kurban di Yogyakarta terbilang sangat sepi. Ini tak lepas dampak dari bencana meletusnya Gunung Merapi yang hingga saat ini masih meresahkan warga Yogyakarta.

Ambar Rukmiatun (40) salah seorang penjual hewan kurban di kawasan Jalan Ring Road Barat, Yogyakarta, menyatakan para pembeli hewan kurban saat ini lebih memilih untuk membantu para pengungsi. Jika tahun lalu, sepekan menjelang hari raya ia rata-rata bisa menjual lima ekor kambing dalam sehari, sekarang belum tentu laku barang seekor pun. "Tahun lalu saya menyiapkan setidak 50 ekor kambing atau domba, namun untuk tahun ini saya hanya menyiapkan sekitar 20," katanya, termangu. (Laporan: Juna Sanbawa, Yogyakarta | kd)

www.vivanews.com

Upin dan Ipin Ceriakan Anak Pengungsi Merapi

Senyum anak-anak korban Merapi langsung merekah ketika dua boneka Upin dan Ipin menyambangi mereka di posko pengungsian di gudang Depo Logisitik (Dolog) Mertoyudan, Magelang.

Kehadiran tokoh film asal negeri jiran, Malaysia ini dalam sekejap mengubah suasana menjadi ceria.

Boneka Ipin dan Upin dengan ramah menyambut jabat tangan ratusan anak-anak pengungsi. Selain berjabat tangan, beberapa anak juga terlihat mencoba memeluk boneka dua bocah gundul ini.

Mereka senang, karena selama ini hanya melihat tokoh Upin dan Ipin dari layar kaca yang disiarkan salah satu televisi swasta.

Mendatangkan tokoh Upin dan Ipin, dikatakan Ass Manager Corporate Communications MNC TV, Tri Ambarwatie, bertujuan untuk menghibur anak-anak pengungsi di pos pengungsian gudang Dolog Magelang. "Kami ingin kehadiran Upin dan Ipin bisa menghibur anak-anak pengungsi,” kata dia, Jumat 12 November 2010

Sebelumnya Upin dan Ipin juga beraksi di pos pengungsian Maguwoharjo, Sleman. Setelah dari Magelang, besok hiburan Ipin dan Upin akan dilakukan di pos pengungsian di Klaten.

Setelah bercanda dan berjabat tangan dengan Upin dan Ipin, selanjutnya anak-anak pengungi dan orang tuanya juga dihibur dengan menonton film kartun Upin dan Ipin di layar besar yang terpasang di bagian belakang pos pengungsian.

Salah satu anak pengungsi, Asri yang tinggal di Kemiren, Srumbung, mengatakan cukup senang dengan kehadiran Upin dan Ipin. "Senang banget karena bisa terhibur,” ujar siswi kelas IV SD tersebut, polos.

Persediaan Obat

Sementara, persediaan obat-obatan di sejumlah pos pengungsian korban letusan Gunung Merapi di Magelang kini mulai minim. Bahkan, beberapa jenis obat tertentu stoknya sudah habis. Di antaranya obat untuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), obat sakit pencernaan dan obat infeksi kulit.

“Obat ISPA yang habis meliputi Ambroxol dan dextrometorpen. Untuk obat sakit pencernaan yang habis ronitidin dan obat kulit. Kemarin sudah membawa stok, masing-masing 200 box tapi sekarang sudah habis,” kata dia dokter dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dr Syaiful Fatah.

Selain penyakit flu dan pilek, penyakit yang banyak dikeluhkan pengungsi diantaranya ISPA, gatal-gatal kulit dan iritasi mata.

Hal senada juga diungkapkan, koordinator tim medis Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung, Semarang, dr Fatah Yasin. Menurut dia, stok persediaan obat yang sangat kurang adalah jenis obat flu dan batuk. Pasalnya, sebagain besar pengungsi mengindap penyakit tersebut.

“Terutama obat flu dan pilek untuk anak-anak dalam bentuk sirup. Saat ini kita kekurangan obat sirup itu karena stoknya sudah habis,” tutur dia.

Selain penyakit flu dan pilek, penyakit yang banyak dikeluhkan pengungsi di antaranya ISPA, gatal-gatal kulit dan iritasi mata. Sehingga, pihaknya pun meminta tambahan stok persediaan obat-obatan untuk penyakit tersebut.

“Obat-obatan ini hasil swadaya. Jadi kebutuhan obat tergantung ketersediaan biaya. Kita berharap ada bantuan obat-obatan yang datang,” harapnya.

(Laporan: Fajar Sodiq| Magelang, umi)

www.vivanews.com

Aktivas Meningkat, Bromo dan Semeru Ditutup

Letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah memicu peningkatan aktivitas Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, dan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Jawa Timur. Sebagai tindakan antisipasi, pemerintah setempat resmi menutup dua gunung tersebut untuk pendakian dan wisata.

Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (BBTNBTS), Nova Elina mengatakan, ada beberapa alasan penutupan Gunung Bromo dan Semeru. Selain peningkatan aktivitas vulkanik, cuaca buruk, dan tanah longsor membuat jalur dan rambu pendakian tertutup. Pemulihan ekosistem juga jadi alasan yang kuat.

"Berpotensi membahayakan keselamatan pendaki sehingga harus dilakukan penutupan," kata Nova.

Revitalisasi jalur pendakian harus dilakukan karena ekosistem di jalur pendakian rusak akibat terlalu seringnya dilalui pendaki.
"Agar terjadi pemulihan ekosistem secara alami, jalur tersebut tak boleh dilalui. Ada alasan keamanan, kami berharap masyarakat dapat mematuhi aturan ini," ungkap Nova.

Secara terpisah, Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Badrodin Haiti menegaskan, pihaknya siap mengantisipasi peningatan aktivitas Gunung Semeru.

"Kami siap, personel SAR dari Brimob telah kita standby-kan di sini (Polda Jatim). Sewaktu-waktu bisa kami gerakkan sesuai kebutuhan," kata Badrodin Haiti, Jumat 12 November 2010.

Laporan: Tudji Martudji | Surabaya 


www.vivanews.com

Siang Jadi Relawan, Malam Jadi Satpam

Mempertaruhkan nyawa di setiap petaka. Itulah para relawan. Mereka bisa datang dari mana saja. Orang-orang kantoran di gedung menjulang, mahasiswa, pemuda dusun, atau Tim SAR yang sudah dibekali ilmu dan jurus menaklukan wilayah bencana.

Dan semenjak Merapi, memuntahkan wedhus gembel, Selasa 26 Oktober 2010, para relawan itu sudah berdiri di garis depan. Mereka hafal tabiat Merapi. Setelah gunung itu memuntahkan awan panas, kapan waktu yang tepat meluncur ke garis depan, berjuang melawan awan panas ditanah menyelamatkan korban, dan mundur pada saat yang tepat demi nyawa yang cuma satu itu.

Dan tugas mereka bukan cuma itu. Malam hari masih harus jadi Satpam. Mengamankan kampung-kampung, yang ditinggal mengungsi para penduduk. Maklum, kampung yang sepi, kerap jadi sasaran empuk kelompok maling.

Komandan Lapangan Posko SAR Kecamatan Kemalang, Indrianto, mengatakan, peran ekstra itu dilakukan atas inisiatif sendiri untuk membantu. Tapi dia menegaskan dan menjamin bahwa keselamatan anggotanya tetap yang utama.

Kadang-kadang tim SAR ikut mengawal warga yang hendak memberi pakan ternaknya. "Kalau kondisi (Merapi) tidak memungkinkan, kami juga tidak mau," ucapnya, Jumat, 12 November 2010.

Indrianto menjelaskan, SAR hanya bersedia melakukan kerja ekstra tersebut jika Gunung Merapi dapat terlihat dan aktivitasnya tidak tinggi. Kadang-kadang, sambungnya, dari kepolisian juga meminta laporan kondisi dari tim SAR.

Ditemui terpisah, Kapolsek Kemalang, AKP Agung Raharjo, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, dalam masa tanggap darurat ini semua komponen dapat berperan menjaga keamanan. "Meski Tupoksi itu sebetulnya melekat pada kita (kepolisian)," kata dia.

Kecemasan masyarakat terhadap hilangnya harta benda adalah hal yang wajar. Kecamatan Kemalang adalah yang paling dekat dengan puncak Merapi.

Agung menambahkan, selama masa tanggap darurat ini, di Kecamatan Kemalang nihil tindakan kriminalitas. Yang sempat terjadi adalah pencurian. Namun pelakunya sudah tertangkap. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Manisrenggo, yang terletak di sisi Barat Daya dari Kecamatan Kemalang.

Laporan: Heru Lesmana Syafei | Klaten

www.vivanews.com
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
free web site traffic and promotion