Terlalu Sering Main PS Bisa Berakibat Begini!

Tidak dipungkiri, konsol game Playstation adalah salah satu sarana bermain yang menjadi favorit di hampir di seluruh negara. Namun hati-hati untuk tidak terlalu sering bermain dengan Playstation karena akan menimbulkan penyakit yang sulit untuk disembuhkan.

Seperti yang dikutip dari dari Odde (23/11), seseorang yang terlalu sering bermain dengan game Playstation, akan mengalami penyakit yang disebut sebagai 'Playstation Thumb'.



Sebenarnya itu bukan nama asli dari penyakit tersebut, namun karena kebanyakan penyakit itu diderita oleh gamer, terutama Playstation, maka dinamakan sebagai 'Playstation Thumb'. nama sebenarnya adalah 'Stenosing Tenosinovitis'.

Stenosing tenosinovitis adalah kondisi yang menyakitkan saat jari atau jempol seperti terkunci dan tak bisa digerakkan, baik ditekuk atau diluruskan. Hal ini disebabkan saraf yang terletak pada jempol atau jari lainnya mengalami penyempitan dan peradangan. Penyempitan saraf tersebut lantas mengakibatkan pembengkakan pada ibu jari dan terlihat sangat mengerikan, bahkan seperti melepuh.

Penyebab penyempitan saraf itu adalah terlalu seringnya ibu jari bergerak secara berulang-ulang dan berlebih. Bisa juga disebabkan karena aktivitas yang dilakukan terus-menerus dalam pekerjaannya, seperti merajut, meremas, mencengkeram, atau berkebun dengan intensitas tinggi dan berat. Pada laki-laki biasanya dipicu karena bermain musik atau playstation.

Gejala awal biasanya terasa nyeri pada pagi hari dan rasa tersebut akan bertambah saat siang hari.

Lantas, bagaimana cara pengobatannya? Istirahat.

Ya, istirahat adalah metode pengobatan yang sangat dianjurkan. Tentunya dengan tidak melakukan hal-hal yang memicu rasa sakit itu timbul. Bagi Anda pecandu Playstation dilarang untuk bermain konsol game tersebut itu dulu. Pengobatan lainnya bisa menggunakan obat-obat yang disarankan oleh dokter. Namun apabila terlalu parah, bedah adalah salah satu solusi untuk membuka saraf yang mengalami penyempitan.

Lama masa penyembuhan mungkin sedikit lebih lama, namun dinilai lebih efektif. Nah, bagi Anda yang sering bermain playstation diharapkan untuk tidak terlalu intens, sebab bahaya yang ditimbulkan selain 'kecanduan', gangguan penglihatan, juga pada saraf jari-jari Anda. Maka, berhati-hatilah, karena tidak semua perkembangan teknologi dapat membantu keseluruhan aspek kehidupan Anda.

sumber

22 Juni, Bulan Mendekati Bumi

Bulan akan mendekat ke bumi 4 hari lagi
Ilustrasi Supermoon
Satu lagi fenomena alam yang akan terjadi dalam minggu ini. Apalagi jika bukan Supermoon atau penampakan bulan dari bumi yang akan terlihat sangat besar.

Seperti yang dilansir oleh Cnet (16/6), diperkirakan akan muncul penampakan dari bulan dalam jarak dekat pada minggu ini. Hal ini akan terjadi antara tanggal 22 atau 23 Juni 2013 tergantung belahan bumi mana yang digunakan untuk melihat fenomena ini.

Supermoon kali ini sendiri dipercaya akan menjadi salah satu fenomena supermoon paling hebat sepanjang sejarah. Hal ini dikarenakan besarnya bulan yang akan terlihat nanti.

Diperkirakan, saat fenomena ini terjadi, bulan akan terlihat lebih dekat dan besar. jaraknya dari bumi akan mencapai 356 ribu km saja atau 48 ribu km lebih dekat dari bumi.

Bulan pun akan terlihat lebih terang saat fenomena ini terjadi. Hal ini lantaran posisinya yang juga akan lebih dekat dengan matahari.

Supermoon sendiri adalah sebuah fenomena yang membuat ukuran bulan lebih besar dari biasanya ketika dilihat dari bumi. Hal ini dikarenakan posisi matahari, bumi dan bulan yang sejajar sehingga daya tariknya membuat bulan lebih mendekat ke arah matahari dan bumi.

[nvl]

Sumber

Peneliti: Di Padang, Tsunami Tak Selalu Ditandai Laut Surut

Ilustrasi Tsunami © 2012 pakistanweatherportal.com
Para pakar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Earth Observatory of Singapore (EOS) menyatakan, tsunami yang terjadi akibat adanya gempa tidak selalu ditandai dengan surutnya air laut. Hal ini dinyatakan oleh peneliti dalam acara Pelatihan Penyusunan Rencana Kontinjensi Menghadapi Bencana Tsunami di Kota Padang.

Jamie Mc Caughey, Pakar dari EOS, menyatakan Padang merupakan salah satu tempat yang apabila terjadi tsunami tak didahului surutnya laut. Hal ini disebabkan karena ketika gempa terjadi, hampir seluruh dasar perairan di Barat Padang, langsung terangkat sehingga gelombang tsunami yang terbentuk langsung naik. Hal itu diungkapkan, setelah adanya penelitian ilmiah terkait adanya kemungkinan terjadinya gempa dengan kekuatan 8,8 Skala Richter yang berpusat di patahan Sunda Megathrust yang terletak di antara Pulau Siberut dan Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Gempa itu diperkirakan dapat memicu terjadinya tsunami besar pada suatu saat dalam kurun waktu yang tak bisa ditentukan, mulai dari sekarang hingga beberapa puluh tahun ke depan di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Para ahli memperingatkan agar masyarakat agar langsung mengungsi jika merasakan gempa selama lebih dari satu menit. Mereka juga mengingatkan agar tidak terlalu bergantung pada peringatan karena bisa saja terjadi kerusakan instalasi komunikasi. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak pergi ke pantai atau ke sungai untuk mengamati permukaannya karena terkadang tsunami besar datang tanpa air laut surut sebelumnya.

Hasil penelitian para pakar yang terdiri atas Prof. Danny Hilman Natawidjaja (LIPI), Prof Kerry Siech (EOS), Jamie Mc Caughey (EOS) dan Dr. Azhar Lubis (EOS) itu juga menunjukkan bebarapa skenario lainnya.

Di Kepulauan Mentawai, tsunami kemungkinan terjadi 1-2 menit atau 5-10 menit usai terjadinya gempa dengan ketinggian 5 - 15 Meter. Pergerakan daratan secara tegak lurus bisa ke atas atau ke bawah. Jika daratan bergerak ke bawah, tsunami bisa lebih tinggi dan mencapai daratan lebih jauh selama 3 jam.

Sementara di Pesisir Barat Sumatera, termasuk Padang, Pariaman dan Painan, paparnya melanjutkan, tsunami kemungkinan terjadi 20-30 menit atau kurang dari 20 menit usai terjadinya gempa. Ketinggian tsunami diperkirakan 5-11 Meter atau lebih dan bisa menyapu daratan hingga beberapa Kilometer selama 3 jam. Dalam skenario, gempa bisa berlangsung 2-4 menit yang bisa merusak atau merobohkan banyak rumah dan gedung di Mentawai, dan sekitar Pesisir Barat Sumatera Barat termasuk Padang, Pariaman, Painan dan sekitarnya.

[ikh]

Hidup Di Venus, Mungkinkah?

Ilustrasi Venus
Selama berpuluh-puluh tahun, para peneliti mencoba mencari tahu planet apa lagi yang bisa dihuni selain Bumi. Kali ini, mereka mencoba mencari kemungkinan itu di Venus.

Seperti yang dilansir oleh The Verge (2/5), telah diketahui bahwa salah satu aspek utama pendukung kehidupan adalah ketersediaan air. Oleh karenanya, planet yang bisa dihuni harus ditemukan dulu sumber airnya.

Hal ini diungkapkan dalam sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Sara Seager. Dirinya menyatakan bahwa air memang kebutuhan utama dalam membentuk kehidupan.

"Logikanya, air dibutuhkan untuk seluruh kehidupan dan kita telah mengetahuinya. Jika sebuah exoplanet memiliki lapisan air, maka planet itu bisa ditinggali. Planet bisa berbeda dengan Bumi dalam hal menjaga ketersediaan air, namun suhu airnya haruslah sama dengan Bumi," kata Sara Seager, professor dari planetary sciences and physics, MIT.

Dengan menggunakan hipotesis baru Seager ini, maka bisa ditemukan 2.700 kandidat planet baru lagi untuk ditinggali. Hal ini pun menambah daftar 60-70 planet yang sebelumnya sudah diketahui bisa dihuni makhluk hidup.

Meski begitu, patut diketahui pula jarak antara planet terebut dengan orbitnya. Jika terlalu jauh atau dekat dengan matahari, maka kemampuan menyimpan airnya pun akan berbeda.
Seperti Venus contohnya, diketahui bahwa planet ini sudah sejak lama kering karena jaraknya yang terlalu dekat dengan matahari. Namun, dengan menggunakan hipotesis Seager, bukannya tak mungkin kita hidup di sana.

"Air di bumi merupakan efek rumah kaca yang parah. Oleh karenanya, planet dengan uap air yang sedikit tak akan menjadi panas jika terlalu dekat dengan bintang," kata Seager.

Sayangnya, beberapa peneliti masih menyangsikan hipotesis tersebut. "Bagaimanapun, saya meragukan sebuah planet yang kering mampu menjaga kehidupan karena tak adanya air," kata David Catling, professor dari planetary sciences and astrobiology, University of Washington.

Hingga kini, menemukan 'rumah' kedua bagi makhluk hidup ini pun masih belum menemukan titik terang. Berbagai perdebatan dan teori baru terus bermunculan sehingga belum ditemukan sebuah hipotesis yang benar-benar final.

[nvl]
 

Ini dia Pelangi Api Fenomena Langka di Langit

Fire Rainbows atau dalam bahasa Indonesia disebut Pelangi Api, memiliki warna-warna pastel yang indah dan berbentuk seperti api di angkasa.

Secara teknis, seperti dilansir amusingplanet, fenomena optik yang indah ini disebut circumhorizontal arc - es halo yang terbentuk oleh kristal es yang berbentuk piring di awan cirrus.Halo ini begitu besar sehingga muncul fenomena optik yang unik semacam ini.

Circumhorizontal arc yang berwarna cerah ini terjadi terutama selama musim panas dan pada garis lintang tertentu. Ketika matahari berada sangat tinggi di langit, sinar matahari yang masuk menjadi datar, sehingga segi enam berbentuk kristal es akan dipecah menjadi masing-masing warna seperti dalam sebuah prisma.

Kondisi yang diperlukan untuk membentuk sebuah Pelangi Api adalah matahari harus berada pada ketinggian 58 derajat atau lebih, harus ada pula ketinggian awan cirrus dengan kristal es berbentuk piring, dan sinar matahari harus memasukkan kristal es pada sudut tertentu. Inilah sebabnya mengapa circumhorizontal arc merupakan fenomena langka.

Sebuah circumhorizon arc yang berwarna-warni ini terjadi di langit Fredericton, New Brunswick, Kanada, pada tahun 2003. Posisi pengamat juga penting dalam hal ini. Circumhorizontal arc tidak dapat dilihat di lokasi utara 55 derajat lintang utara atau 55 derajat lintang selatan. Demikian juga pada saat-saat tertentu dalam setahun ketika pelangi itu terlihat.


Sebagai contoh, di London, Inggris, matahari hanya bisa mencapai ketinggian maksimal selama 140 jam antara pertengahan Mei dan akhir Juli. Sementara di Los Angeles, matahari lebih tinggi dari 58 derajat selama 670 jam antara akhir Maret dan akhir September.

Photos via Atopics, APOD and Wikipedia


[des]

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
free web site traffic and promotion