Hasil UN SMP Sumbar Meningkat, Pessel Terjun Bebas

Ilustrasi Kelulusan UN
Padang - Hal mengejutkan datang dari kelulusan SMP sederajat Sumbar tahun 2013, yang diumumkan hari ini. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sumbar, untuk 2013 ini, peringkat pertama kelulusan SMP dipegang Kabupaten Padang Pariaman, sedangkan terendah atau paling buncit adalah Kabupaten Pesisir Selatan. Padahal di tahun 2012 lalu, kabupaten ini berada pada peringkat pertama di Sumbar.

Tidak hanya itu, Kabupaten Pessel juga memiliki jumlah siswa terbanyak tidak lulus. Yaitu sampai 186 orang dari 6.079 orang peserta. Sementara persentase kelulusan mencapai 96,94 persen. Nilai tertinggi di kabupaten ini hanya mencapai 24,56, dengan rata-rata 6,14.

Bagi Pesisir Selatan, tidak hanya kabar kelulusan SMP yang mengejutkan, kabar dari kelulusan MTs juga sama. Kelulusan MTs di Pesisir Selatan, jika dihitung dari peringkatnya di Sumbar, tahun ini berada pada rangking 16. Sementara pada tahun 2012 lalu, berada pada posisi kedua.

Sementara secara umum, untuk Sumbar, kelulusan siswa SMP sederajat dibanding tahun sebelumnya naik 0,82 persen. Tahun 2013 ini, kelulusan siswa SMP mencapai 99.02 persen. Sebanyak 82.081 orang dinyatakan lulus dari 82.891 orang peserta. Jumlah yang tidak lulus mencapai 810 orang atau 0,98 persen.

Sedangkan tahun sebelumnya, kelulusan SMP sederajat mencapai 98,20. Sebanyak 82.433 orang siswa dinnyatakan lulus dari 83.944 orang peserta. Jumlah siswa tidak lulus mencapai 1551 orang dengan persentase 1,8 persen.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, jika secara nasional, kelulusan menurun, di Sumbar justru meningkat.

“Hal ini karena siswa menyadari, bahwa mereka harus mengandalkan diri sendiri ketika ujian. Tidak bisa lagi meminta jawaban kepada teman. Ini menimbulkan semangat tersendiri dalam diri siswa untuk belajar,” katanya.

Untuk mengatasi siswa berkeliaran di luar rumah sewaktu pengumuman kelulusan, semua kabupaten dan kota sepakat mengumumkan hasil kelulusan pada pukul 16.00 WIB.

“Cara paling efektif yang kita anjurkan adalah, pihak sekolah mengajak orang tua dan siswa tahun terakhir untuk salat magrib berjamaah di sekolah. Setelah itu baru diumumkan hasil kelulusan. Jadi tawuran, konvoi dan lainnya bisa dihindari,” jelas Syamsulrizal.

Di antara kabar duka, kabar baik juga datang dari berbagai kota dan kabupaten lainnya. Seperti Kabupaten Padang Pariaman berada pada peringkat pertama, disusul Kota Padang yang menempati posisi kedua di Sumbar dengan total nilai mencapai 29.44. Pada tahun lalu, Kota Padang berada di posisi rangking empat di Sumbar. Kabar gembira juga diterima Kepulauan Mentawai yang menempati rangking empat pada tahun ini. Sedangkan pada tahun 2012, berada di posisi 17.

Sementara untuk tingkat MTs, peringkat pertama diraih Kota Padang Panjang, disusul Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittingggi. Tahun sebelumnya, Kabupaten Padang Pariaman berada di posisi pertama. [ton]

source

Review Fakultas Desain Komunikasi Visual UPI "YPTK" Padang

Logo DKV UPI "YPTK" Padang
Selamat Buat kamu yang dinyatakan Lulus pada Ujian Nasional Tahun ini. dan pastinya sekarang udah mulai fokus buat persiapan SBMPTN.

Kuliah di PTN memang impian banyak orang. namun faktor persaingan ataupun keberuntungan seringkali menjegal mimpi itu.

Sebenarnya, Kuliah di PTN atau PTS gak bisa dijadikan patokan untuk mengukur kualitas diri. dan jangan beranggapan mereka yang kuliah di PTN dijamin lebih hebat ataupun bakal sukses setelah Lulus Nanti.

Semua itu tergantung niat dan keseriusan masing-masing individu. karena kuliah di PTS pun jika serius dan berprestasi, masa depan mu juga pasti cerah.

Nah sekarang, Saya mau sedikit Sharing buat kamu yang mungkin sekarang lagi pusing buat milih jurusan.

Memilih jurusan, sebaiknya jangan sekedar ikut-ikutan teman atau tren saja. tetapi pahami lah dimana minat, bakat dan hobi mu selama ini. karena ini akan sangat menentukan masa depan mu selama perkuliahan hingga setelah lulus nanti.

Buat Kamu yang Punya Hobi ataupun minat dalam dunia Desain Grafis, Ilustrasi Gambar, ataupun Fotografi, Jurusan Desain Komunikasi Visual atau yang lebih di kenal dengan DKV merupakan salah satu jurusan yang tepat. jurusan ini prospek ke depannya sangat cerah karena tuntutan globalisasi dan zaman yang semakin modern akan membutuhkan orang-orang DKV lebih banyak lagi.

Di Kota Padang, saat ini baru 2 Universitas saja yang memiliki jurusan ini dan ada universitas lainnya yang akan menyusul. Salah satu universitas yang telah memiliki jurusan DKV adalah PTS Universitas Putra Indonesia (UPI "YPTK" Padang).

Jurusan ini terbilang masih muda di UPI "YPTK" Padang dan baru berjalan kurang lebih 4 tahun. Istimewanya, Jurusan DKV di Universitas ini berdiri dalam Fakultas Sendiri yang juga bernama Fakultas Desain Komunikasi Visual. Peminatnya setiap tahun terus bertambah. dan ini bisa kamu pertimbangkan untuk dijadikan alternatif jika kamu belum beruntung di SBMPTN.

 Untuk mengetahui lebih Lanjut bagaimana DKV UPI "YPTK" Padang, berikut Review menurut situs resmi YPTK.

DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Desain Komunikasi Visual atau yang populer disebut Desain Grafis merupakan lahan profesi bergengsi yang makin diminati kaum muda saat ini. Teknologi komputer yang makin canggih membuat dunia Desain Komunikasi Visual kian marak.

Ide-ide kreatif dapat dituangkan tanpa batas dalam merancang berbagai media komunikasi visual, seperti brosur, iklan, poster, website, kemasan, sign, film animasi, corporate identity, dan lain-lain.

 Tak heran jika profesi Disainer Komunikasi Visual/Disainer Grafis menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang berjiwa dinamis dan kreatif. Peluang untuk bekerja begitu besar dengan gaji dan fasilitas yang baik. Kesempatan berwirausaha pun terbuka luas.

Desain Komunikasi Visual adalah ilmu yang mengembangkan bentuk bahasa komunikasi visual berupa pengolahan pesan pesan untuk tujuan sosial atau komersial, dari individu atau kelompok yang ditujukan kepada individu atau kelompok lainnya.

Pesan dapat berupa informasi produk, jasa atau gagasan yang disampaikan kepada target audience, dalam upaya peningkatan usaha penjualan, peningkatan citra dan publikasi program pemerintah.

Pada prinsipnya DKV adalah perancangan untuk menyampaikan pola pikir dari penyampaian pesan kepada penerima pesan, berupa bentuk visual yang komunikatif, efektif, efisien dan tepat. terpola dan terpadu serta estetis, melalui media tertentu sehingga dapat mengubah sikap positif sasaran.

Elemen desain komunikasi visual adalah gambar/ foto, huruf, warna dan tata letak dalam berbagai media. baik media cetak, massa, elektronika maupun audio visual. Akar bidang DKV adalah komunikasi budaya, komunikasi sosial dan komunikasi ekonomi.

Tidak seperti seniman yang mementingkan ekspresi perasaan dalam dirinya, seorang desainer komunikasi visual adalah penterjemah dalam komunikasi gagasan.

Karena itulah DKV mengajarkan berbagai bahasa visual yang dapat digunakan untuk menterjemahkan pikiran dalam bentuk visual. DKV menghasilkan produk lulusan sebagai berikut:

1. Graphic Designer : Merancang grafis, menghasilkan desain grafis yang komunikatif baik dari segi komposisi, kemudahan mencerna maksud iklan dan estetika.
2. Ilustrator : Membuat ilustrasi, misal: sketsa dan karikatur, baik manual maupun menggunakan computer.
3. Advertising Expert : Mampu berkarya di bidang agency periklanan, untuk membuat iklan outdoor.
4. Fotografer : Berprofesi sebagai expert di bidang fotografi.
5. Web Designer : Merancang web dengan prinsip-prinsip keseimbangan desain, value added pada suatu website sehingga lebih komunikatif dan menarik dari segi tampilan, cerdas dari sisi navigasi.
6. Animator : Mampu mendesain karya animasi yang berupa video animasi, bisa berupa iklan pendek, film kartun.

Ruang Lingkup
1. Indoor : brosur, leaflet, company profile, logo, corporate-image (memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan citra suatu perusahaan).
2. Outdoor : poster, billboard, sign system, pariwara outdoor (umbul-umbul), banner.

Materi yang Dipelajari

Mata kuliah teoritis seringkali membuat bosan dan jenuh. Padahal sedikit sekali mata kuliah tersebut dapat diterapkan di dunia kerja yang sesungguhnya. Tidak begitu halnya yang dipelajari di Disain Komunikasi Visual karena merupakan paduan 30% teori yaitu berupa mata kuliah umum dan teori-teori yang menunjang perancangan, serta 70% praktek berupa Ilustrasi, Komputer Grafis, Fotografi Disain, Animasi Komputer, Visual Merchandising, dan sebagainya.
[DA]

Hasil UN Pessel Anjlok, SMA 2 Lunang Silaut Lulus 100 persen

SMAN 2 Lunang Silaut
Hasil Ujian Nasional tingkat SLTA telah diumumkan jumat (24/5) secara serentak di seluruh indonesia. di tingkat nasional, Sumbar mengalami peningkatan persentase sebanyak 0,32 persen dibanding tahun lalu.

Tetapi, jika ditinjau dari tingkat Sumbar, Kabupaten Pesisir Selatan mendominasi jumlah ketidak lulusan paling besar. dimana terhitung 55 orang Siswa SMA dan 5 orang Siswa SMK di Pesisir Selatan dinyatakan Tidak Lulus UN tahun ini.

Namun demikian, beberapa SMA/SMK di Pessel berhasil meraih kelulusan 100 persen. diantaranya SMAN 2 Painan, SMKN 1 Painan, SMAN 1 Basa Ampek Balai Tapan, SMAN 1 Lunang Silaut, SMAN 2 Lunang Silaut dan SMA lain yang datanya belum berhasil di himpun ANASILINDO.

Di SMAN 2 Lunang Silaut, ini merupakan momentum ke dua kalinya berhasil meraih persentase kelulusan 100 persen. Sekolah yang terbilang masih sangat muda dan baru meluluskan 4 generasi ini mengalami peningkatan keberhasilan UN selama 2 tahun terakhir.

Seperti halnya sekolah lain, sekolah ini juga mengulur waktu pengumuman untuk mengurangi waktu dan kesempatan para siswa yang biasanya mengalami euforia berlebihan pasca kelulusan. Jika terlalu cepat diumumkan, dikhawatirkan para siswa akan semakin leluasa
melakukan tradisi coret-coret ataupun konvoi dijalanan.

Beberapa saat Sebelum Hasil kelulusan dibagikan kepada siswa, Kepala Sekolah SMAN 2 Lunang Silaut, Harudin, Spd sempat iseng "menggelitik" mental siswanya. menurutnya, ada 30 siswa yang tidak lulus dan kenyataan itu harus siap dihadapi para siswa.

Hingga Pukul 16.30 WIB dan hasil diumumkan, apa yang di katakan Harudin ternyata tidak terjadi. para siswa bersorak mengetahui mereka lulus 100 persen. para guru pun larut dalam kegembiraan siswanya.

[DA]









Tingkat Nasional, Kelulusan Siswa SMA di Sumbar Meningkat

Tabel Rekapitulasi Kelulusan SMA di Sumbar
Pengu­muman ujian nasional (UN) SMA sederajat 2013 telah diumum­kan kepada siswa. Rekapitulasi Ke­menterian Pen­di­dikan dan Ke­budayaan (Kemendikbud), tingkat kelulusan Sumbar meningkat diban­ding tahun lalu, hanya 230 dari 68.045 peserta dinyatakan gagal UN.

Secara na­sio­­nal, tercatat 8.851 siswa di­nyatakan ti­dak lulus atau per­sentase ke­lu­lusan UN me­nu­run 0,02 per­sen diban­ding­­kan ta­hun lalu. Lulusan terbaik diraih pelajar asal Bali Ni Kadek Vani Apriyanti dari SMAN 4 Denpasar dengan nilai rerata UN murni 99,87.

Beruntung, persentase kelulusan siswa SLTA di Sumbar mengalami peningkatan 0,32 persen dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu kelulusan 99,40 persen, kini menembus angka 99,72 persen. Biarpun begitu, Ketua Panitia UN Sumbar Bustavidia menga­takan, persentase tersebut dapat saja berubah mengingat belum mencakup seluruh peserta UN di Sumbar.

“Artinya, masih ada sekolah atau daerah belum memasukkan data-data seperti nilai sekolah. Bagi sekolah yang belum lengkap ini, hasil nilai akhirnya belum dapat diumumkan. Di-pending dulu sampai data-datanya lengkap,” ujar Bus­tavidia di ruangan kerjanya, kemarin (23/5).

Untuk jenjang SMA dan MA, total peserta yang dapat di­umum­kan nilai akhirnya seba­nyak 48.727 siswa. Untuk jen­jang SMK tercatat 19.318 siswa. Berdasarkan nilai rata-rata, Padang paling tinggi persentase kelulusannya. “Lulusan terbaik dari rata-rata tertinggi SMA I Padang,” ungkapnya.

Dari 9.173 siswa SMA atau MA di Padang, hanya 8 siswa yang tidak lulus. Sedangkan jen­jang SMK, terdapat 3 siswa ti­dak lulus dari 4.299 peserta UN.

Terkait tata cara pengu­muman, kata Bustavidia, dise­rah­kan sepenuhnya pada kabu­paten/kota. Hanya, dia mengim­bau pemerintah kabupaten/kota mengumumkannya pada siang hari untuk mengantisipasi kon­voi siswa setelah lulus.

Evaluasi Kemendikbud

Sementara itu, Kemen­dik­bud masih menganalisis penye­bab menurunnya tingkat kelu­lusan dibandingkan tahun lalu, meski hanya 0,02 persen. Du­gaan sementara, penurunan ini dampak dari komposisi butir soal kategori sukar dari 10 per­sen menjadi 20 persen di setiap mata pelajaran.

Selain tingkat persentase ke­lulusan UN menurun, Nuh juga mengatakan nilai rata-rata UN murni untuk SMA dan MA ta­hun ini turun dibandingkan tahun lalu. Kemendikbud men­catat tahun ini nilai rata-rata UN murni adalah 6,35 sedangkan tahun lalu 7,57 (turun 1,22).

Nuh menyebutkan, ada dua skenario disiapkan untuk me­nge­valuasi UN. Yakni, menaik­kan passing grade atau nilai ambang batas kelulusan dan menaikkan persentase butir soal kategori sukar. “Passing grade 5,5 seperti sekarang ini lazim dipakai di mana pun. Nilai itu sama dengan C,” jelas Nuh. Jika passing grade tidak diubah, Kemendikbud berpotensi besar memperbanyak jumlah soal kategori sukar.

Nuh memaparkan, jom­plangnya nilai rata-rata UN murni dengan nilai sekolah menunjukkan mayoritas seko­lah masih royal memberikan nilai kepada siswanya. Rerata nilai UN murni didapat siswa secara nasional adalah 6,35. Dengan nilai terendah 0,33 dan tertinggi 9,87. Sedangkan rerata nilai sekolah adalah 8,40. De­ngan nilai terendah 4,00 dan tertinggi 9,99.

Menurut versi Kemen­dik­bud, hasil UN bisa membuat penilaian akhir siswa lebih ob­jek­tif dibanding hanya bersum­ber dari nilai sekolah saja. De­ngan kondisi ini, Nuh masih terlihat yakin tahun depan tetap ada UN lagi. “Jika PP 32/2013 (tentang Standar Nasional Pen­didikan, red) tetap seperti se­karang, UN tahun depan ya tetap ada.”

Tahun lalu, provinsi de­ngan tingkat ketidaklulusan tinggi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT). Tetapi tahun ini, Provinsi Nangroe Aceh Darus­salam (NAD) menjadi paling buncit urusan persentase kelu­lusan siswa. Di Provinsi NAD ada 1.754 siswa (3,11 persen) yang tidak lulus UN.

Tingkat kelulusan terbaik direbut Provinsi Jawa Barat, dari 208.060 siswa peserta UN ha­nya ada satu orang (0,00.. per­sen) yang tidak lulus. Posisi selanjutnya adalah Provinsi Jawa Timur, dari 220.642 pe­serta ujian ada 56 siswa tidak lulus ujian (0,03 persen).

 “Di 33 provinsi pergeseran persentase tidak lulus wajar. Tidak ada melonjak atau me­nurun secara signifikan,” ujar Nuh. Dengan kondisi itu, Nuh yakin kisruh UN SMA perte­ngahan April lalu tidak ber­pengaruh terhadap hasil ujian. Terutama di 11 provinsi yang UN-nya diundur beberapa hari karena keterlambatan pence­ta­kan naskah ujian.

Kepada siswa dinyatakan lulus, Nuh berpesan supaya tidak meluapkan rasa syukur secara belebihan.

Ketua KPAI Pusat Badriyah Fayumi mengatakan, dalam penelitian, pencapaian aka­demik hanya berpengaruh 30 persen dalam keberhasilan ma­nusia. “Sisanya itu adalah ke­cerdasan emosional. Karena itu, bagi yang tidak lulus, jangan berlarut-larut kesedihannya,” ungkapnya.

Dia menilai, seorang anak memiliki kecerdasan intelektual luar biasa namun tidak disertai kecerdasan emosional, maka akan terjadi kegagalan. “Sangat pintar namun pemarah, atau tidak dapat bergaul dengan orang lain, itu justru masalah,” ujarnya saat ditanya pentingnya kecerdasan emosional anak.

Sejak awal KPAI memang ku­rang setuju terhadap pelak­sa­naan UN sekarang. KPAI merasa UN tidak adil. Sebab, tiga ha­ri waktu UN dirasa kurang baik mengukur kemampuan da­lam proses belajar bertahun-tahun.

Parlemen Setujui Anggaran

Di tengah ingar-bingar pe­ngu­muman kelulusan UN 2013 jenjang SMA sederajat, kabar baik berhembus di Kemen­dikbud. Mereka mendapatkan informasi jika panitia kerja (panja) kurikulum Komisi X DPR menyepakati anggaran yang diajukan Kemendikbud senilai Rp 829,4 miliar.

Selama pembahasan, hanya Fraksi PKS dan PPP yang getol menghadang pencairan angga­ran kurikulum baru. “Kalaupun ujungnya di panja masih alot dan harus voting, banyak yang setuju penggunaan anggaran kuriku­lum baru,” papar Nuh.

Di luar urusan anggaran, Nuh mengatakan, banyak se­ko­lah bukan sasaran pene­rapan kurikulum baru me­minta un­tuk menjalankan kurikulum itu. Ada dua poin yang harus dipenuhi sekolah pemohon. Yakni, gu­runya ha­rus bersedia ikut pe­latihan kurikulum baru dan mampu mengadakan buku se­cara man­diri (tidak masuk proyek Ke­mendikbud). (ek/cr1/jpnn)

 BackLink

230 Siswa SMA di Sumbar Tidak Lulus UN, Pesisir Selatan Mendominasi

Ilustrasi: Siswa Lulus UN
Padang - Sebanyak 230 siswa SMA sederajat di Sumbar tidak lulus UN tahun ini. Namun persentase angka kelulusan meningkat dibanding tahun lalu. Kota Padang memiliki nilai rata-rata tertingi yakni 7,37, disusul Padang Panjang 7,30 dan Kota Bukittinggi 7,28.

Hari ini, Jumat 24 Mei 2013, secara serentak SMA sederajat di Sumatera Barat mengumumkan hasil nilai akhir (NA) siswa semester akhir. Rasa deg-degan mewarnai perasaan siswa, karena berbagai isu beredar antara lain mengatakan semua siswa peserta UN dinyatakan lulus.

Jika melihat data dari Dinas Pendidikan Sumbar, ternyata isu tersebut tidak benar. Dari 68.045 siswa peserta UN SMA sederajat, 230 orang siswa dinyatakan tidak lulus. Dapat dirinci, terdapat 199 orang siswa tingkat SMA dan MA yang tidak lulus. Kemudia

Melihat persentase kelulusan ini, Ketua UN 2013 Bustavidia mengatakan, persentasenya melebihi angka kelulusan tahun lalu. Kenaikan ini terjadi sekitar 0,32 persen. Tahun 2012 lalu, angka kelulusan siswa SMA sederajat di Sumbar sekitar 99,40 persen.

Dikatakan Bustavidia, angka kelulusan ini bisa saja mengalami perubahan. Karena dari berbagai sekolah yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sumbar, tidak semuanya yang menginput data nilai sekolah ke pusat.

“Hal ini jelas mempengaruhi nilai akhir siswa. Karena untuk mendapatkan nilai akhir, diambil dari nilai sekolah dan nilai UN. Dari nilai sekolah diambil dengan persentase sekitar 60 persen, dan hasil UN sekitar 40 persen,” katanya, Kamis (23/5/2013).

Untuk rata-rata NA tingkat SMA dan MA, Kota Padang memiliki rata-rata tertingi dibanding 18 kota dan kabupaten lainnya. Yaitu 7,37. Posisi ini mengalahkan Kota Padang Panjang yang memiliki rata-rata 7,30. Kemudian Kota Bukittinggi yang memiliki rata-rata 7,28.

Sementara untuk tingkat kelulusan SMA dan MA, Kota Padang tidak menjadi yang pertama. Karena 8 orang siswa dari kota ini tidak lulus. Selain Padang, ada 14 kabupaten dan kota yang mempunyai siswa tidak lulus.

Angka siswa tidak lulus didominasi oleh siswa berasal dari Pesisir Selatan sebanyak 55 orang. Disusul, Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 43 orang dan Kabupaten Solok sebanyak 28 siswa.

Empat kota yang memiliki angka kelulusan 100 persen adalah, Bukittinggi, Padang Panjang, Kota Sawahlunto, dan Kota Pariaman.

Di sisi lain untuk tingkat SMK, tingkat tidak lulus siswa banyak terdapat di Kota Payakumbuh, yaitu 18 orang. Diikuti Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 5 siswa dan Kota Padang sebanyak 3 orang.

Sementara dari 19 kabupaten dan kota ini untuk tingkat SMK, sebanyak 12 kota dan kabupaten memiliki siswa yang lulus 100 persen. Yaitu, Bukittingi, Padang Panjang, Sawahlunto, Kota Solok, Kota Pariaman, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Sijunjung, Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Dharmasraya. Sementara Kepulauan Mentawai tidak memiliki SMK.

Terkait cara pengumuman kelulusan ini, masing-masing kabupaten dan kota diserahkan mau memilih cara yang mana. Untuk Kota Padang, dipilih dengan cara memberitahukan kelulusan melalui website dan SMS. Sementara sekolah di Bukittinggi, memilih dengan meminta siswa datang langsung ke sekolah.
n ada 31 orang siswa SMK yang tidak lulus. Artinya, hanya 67.815 orang siswa yang lulus atau sekitar 99,72 persen.

Sumber

SMA Negeri 2 Lunang Silaut Raih Kelulusan 100 %

Gedung SMAN 2 Lunang Silaut
Hari ini (26/5) Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat tahun 2012 telah diumumkan secara serentak diseluruh Indonesia. tidak terkecuali di SMA Negeri 2 Lunang Silaut kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat yang pada tahun ini berhasil meraih persentase kelulusan 100 %.

Para siswa sudah terlihat menunggu sejak pukul 14.00 WIB, dan barulah amlop kelulusan dibagikan tepat pukul 16.00 WIB oleh beberapa Guru dan Kepala Sekolah serta didampingi perwakilan Polsek Lunang Silaut sebagai keamanan sesuai dengan anjuran Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Selatan. Tampak raut kebahagiaan dari para siswa sesaat setelah membuka amplop yang telah mereka terima.

Namun yang menarik dari momen tersebut adalah, ketika beberapa siswa mendapati amplop yang mereka terima dalam keadaan kosong. para siswa tersebut kemudian dipisahkan oleh beberapa orang guru sehingga sempat membuat mereka shock dan menyangka mereka tidak lulus. tetapi itu hanya sebuah skenario yang telah direncanakan sebelumnya untuk membuat suasana sedikit menegang.

setelah skenario tersebut berakhir para siswa langsung bersorak menyadari mereka semua telah lulus 100 %. tangis bahagia pun tumpah seketika dan mereka saling memberikan ucapan selamat sebelum akhirnya momen tersebut diakhiri dengan saling bersalaman dengan para Guru. 

Kepala SMA N 2 Lunang Silaut, Haruddin S.Pd  mengaku bangga dengan hasil tersebut mengingat itu pertama kalinya SMA N 2 Lunang Silaut berhasil meraih persentase kelulusan 100 % setelah tiga priode menamatkan siswanya. Apalagi jumlah siswa kelas XII yang mengikuti UN tahun ini tiga kali lipat lebih banyak dari tahun sebelumnya.

sebelum mempersilahkan para siswa pulang ke rumah masing-masing, Ia juga mengingatkan kepada para siswa yang telah lulus untuk tidak melakukan aksi-aksi negatif dalam merayakan kelulusan tersebut seperti, mencoret-coret baju ataupun konvoi dan ugal-ugalan dengan sepeda motor di jalan raya. "dari pada kalian mencoret-coret baju itu, akan lebih baik jika kalian sumbangkan untuk adik-adik kalian yang kurang mampu" ujar Haruddin di hadapan para siswa. (DA)
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
free web site traffic and promotion