Korban Merapi Dimakamkan Masal

Pemerintah akan melaksanakan pemakaman masal bagi korban tewas letusan Gunung Merapi, Jumat dinihari 5 November lalu. Jumlah korban yang akan dimakamkan masal sekitar 80 jenazah yang tidak diambil keluarga.

Informasi dari salah satu keluarga korban, Supri, pemakaman akan dilaksanakan nanti siang di Kecamatan Sayegan, Sleman, Yogyakarta. Pemakaman ini dilakukan masal mengingat kondisi para korban sudah parah dan mengeluarkan bau busuk.

Supri, 47, harus kehilangan 12 anggota keluarga besarnya akibat bencana alam ini. "Kami pasrah menyerahkan kepada pemerintah untuk makam masal," kata Supri, Minggu 7 November 2010.

Seluruh keluarganya ditemukan tewas di rumah mereka masing-masing di Dusun Brunggang, Argomulya, Cangkringan. Semula, Supri ingin keluarganya dimakamkan dekat-dekat dengan kampung halaman. Namun, hal ini tidak memungkinkan karena dusun ini sudah masuk wilayah steril.

Keponakan Supri yang baru datang dari Jambi, Nana, tak kuat menahan pilu hingga lemas dan hampir pingsan saat mengetahui orangtua, adik, dan pamannya tewas. Supri mengatakan keluarga besarnya merupakan korban-korban yang pertama kali dievakuasi.

"Ada tiga keluarga kami yang masih dirawat di Sardjito. Satu di ICU," kata Supri dengan mata berkaca-kaca.

Menurut salah satu tim dokter dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kompol Suseno, total korban tewas yang ada di RS Sardjito sejauh ini 88 orang.

Dari jumlah ini, 8 diantaranya sudah diambil pihak keluarga untuk dimakamkan sendiri. Sisanya, akan dimakamkan pemerintah. "Kecuali jika ada lagi keluarga yang mengambil dan memakamkan sendiri."

Laporan: Erick Tanjung | Yogyakarta

www.vivanews.com

0 komentar:

Posting Komentar

Untuk umum, Beri Komentar Sebagai : Anonymous atau Name/URL

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
free web site traffic and promotion