Gempa 6,0 SR Guncang Suamlaki Maluku

Gempa 6,0 SR menggoyang Saumlaki, Maluku, pada Rabu 17 November 2010 malam. Getaran gempa yang terjadi pada kedalaman 30 meter tidak punya potensi mendatangkan tsunami.

Berdasarkan informasi dari BMKG, goncangan gempa terjadi pada sekitar pukul 22.53.33 WIB. Lokasi gempa berada dalam jarak 8.06 Lintang Selatan-129.70 Bujur Timur, dan 180 kilometer Barat Daya Tual Maluku.

Gempa memang kerap menguncang kawasan Maluku dalam satu minggu ke belakang. Selain daerah Saumlaki, daerah Tual Maluku juga kerap digoyang gempa. Pada Rabu siang tadi, gempa dengan kekuatan 6,4 SR terjadi pada daerah itu.

Gempa terjadi pada kawasan Barat Daya Tul Maluku pada 5,92 Lintang Selatan dan 130,87 Bujur Timur. Hingga kini belum ada laporan kerusakan yang diakibatkan dari gempat pada dua lokasi di Maluku ini. (umi)


www.vivanews.com

Awan Panas Merapi Membumbung 1 Km

Merapi masih beraktifitas
Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah masih mengeluarkan awan panas. Pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sepanjang Minggu 14 September 2010, awan panas membumbung hingga ketinggian 1 kilometer.

Dalam pengumuman yang dipublikasikan Minggu malam, Pusat Vulkanologi menyatakan bahwa awan panas masih terus keluar masing-masing mengarah ke Kali Gendol sejauh 14 kilometer, Kali Kuning 7 Km, dan Kali Boyong 10 Km di Kabupaten Sleman.

Awan panas juga mengarah ke Kabupaten Magelang melalui Kali Bedog sepanjang 8,5 Km, Krasak 8 Km, Bebeng 11,5 Km, Sat 7 Km, Lamat 5 Km, dan Senowo 6 Km. Sedangkan ke arah Boyolali melalui Kali Apu sepanjang 4 Km dan Kabupaten Klaten melalui Kali Woro sejauh 7 Km. "Sebaran material letusan bergantung arah angin," tulis keterangan itu.

Data Kegempaan Gunung Merapi mencatat sepanjang hari ini terjadi 25 kali gempa vulkanik, 18 gempa di antaranya gempa guguran.

Pusat Vulkanologi juga menyatakan, sejak pukul 00.00-18.00 erupsi masih terus berlangsung dengan intensitas yang tinggi. Ancaman bahaya langsung erupsi Gunung Merapi berupa awan panas dan ancaman tidak langsung berupa lahar.

"Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik Merapi, Pusat Vulkanologi merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar alur sungai dari Merapi."

www.vivanews.com

Gempa Merapi Masih Terus Terjadi

Hingga Jumat, 12 November 2010, sekitar pukul 23.00 WIB, gempa tremor di Gunung Merapi, Yogyakarta, masih terus terjadi.

“Energi masih tinggi dan tremor terus-menerus terjadi,” kata Surono, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, saat dihubungi melalui telepon.

Surono menyebutkan gempa vulkanik juga masih terjadi sebanyak empat kali pada malam ini. Sementara itu, status Gunung Merapi sampai sekarang masih di level empat atau awas.

Dia menambahkan tadi sore, pukul 17.38 WIB hingga 18.40 WIB terpantau awan panas meluncur ke arah selatan barat daya, yaitu sekitar Kabupaten Sleman.

“Namun jaraknya tidak dapat dipastikan karena kondisi awan yang gelap,” ujar Surono.

Sementara itu, juru bicara Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta, Tresno Heru, mengungkapkan jumlah korban yang meninggal sejak letusan Gunung Merapi kedua awal November 2010 hingga saat ini tercatat 161 orang, delapan di antaranya baru dievakuasi hari ini dengan kondisi mengenaskan. (art)

www.vivanews.com

"Merapi Itu Seperti Harimau Lapar"

Sejumlah warga diduga masih tertimbun di lereng Gunung Merapi sejak gunung ini erupsi, 26 Oktober lalu. Relawan yang mencoba mengevakuasi para korban kini tak bisa hanya mengandalkan teori.

Salah satu relawan, Iman Surahman mengatakan evakuasi korban Merapi kini harus mengandalkan feeling dan doa. Sebab Merapi kini seperti harimau lapar.

"Kami masuk (dusun untuk evakuasi) kalau dia [Merapi] sedang lengah atau tidur," kata Iman dalam perbincangan dengan VIVAnews, Jumat 12 November 2010.

Relawan pun akhirnya seperti kucing-kucingan dengan awan panas yang dimuntahkan Merapi. "Sering kami sudah jalan mau evakuasi, terpaksa turun lagi karena ada gerakan wedhus gembel (awan panas)," kata dia.

Satu pengalaman yang paling tak terlupakan oleh relawan yang juga pendongeng ini adalah saat mengevakuasi salah satu wartawan VIVAnews, Yuniawan Wahyu Nugroho. Saat itu, Wawan ditemukan tewas di rumah juru kunci Merapi, Mbah Maridjan, 26 Oktober lalu.

Pengalaman kedua yang paling dia ingat, saat menyisir sebuah dusun. Iman sempat menginjak jasad korban letusan yang tertimbun pasir. "Waktu saya injak pasir, kaki saya tersangkut tangan korban."

Iman langsung mengangkat jasad tersebut. "Mungkin dia mau bilang, angkat saya duluan."

Relawan lainnya, Akhsin Muamar juga menceritakan bagaimana relawan berpacu dengan awan panas saat melakukan evakuasi. Apalagi sekarang tak ada batang pohon atau rumah yang menghalangi gerak wedhus gembel. "Sudah kayak jalan tol karena sebagian besar dusun dekat puncak sudah rata dengan tanah dan tertutup pasir," kata dia.

Seperti evakuasi hari ini di Dusun Bakalan, Wukirsari, Cangkringan, Sleman. Relawan hanya bisa mengangkat dua jasad suami istri. "Pasir sudah menutup seluruh dusun itu."

Dia mengaku merinding saat menyisir dusun ini mengingat jumlah warga yang terkubur abu vulkanik dan pasir. "Dua mayat itu sudah sangat bau. Kami sampai mual," kata dia.

Dia mengakui letusan Gunung Merapi tahun ini sedikit berbeda. Akhsin lalu membandingkan dengan letusan Sinabung di mana dia pun menjadi relawan. "Kalau Sinabung meletus ya sudah selesai. Kalau Merapi ini ibarat orang mau muntah, dia meludah-ludah dulu," kata dia.

Namun, kata dia, evakuasi tetap harus dilakukan karena masih banyak dusun yang belum tersisir. "Kalau kami mengangkat jasad, pasti kami doakan dulu baru masuk kantung mayat." (umi)

www.vivanews.com

124 Warga Tewas Paska Letusan Merapi Kedua

Korban tewas akibat letusan Gunung Merapi pada 4 November 2010 terus bertambah. Hari ini, korban tewas bertambah 10 jiwa. Total korban tewas menjadi 124 jiwa.

"Dari total yang tewas, 62 sudah teridentifikasi," kata Kepala Bagian Humas RS Sardjito, Tresno Heru, di RS Sardjito, Yogyakarta, Jumat 12 November 2010.

Tresno menjelaskan, dari 10 korban tewas yang bertambah, sebanyak delapan jenazah ditemukan hari ini. Enam jenazah ditemukan di Ngancar, Cangkringan, sedangkan dua jenazah ditemukan di Bangkalan, Cangkringan.

Sedangkan dua jenazah meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka adalah Sudino yang meninggal akibat luka bakar serius, dan Supartini yang meninggal dalam keadaan hamil sembilan bulan.

Untuk korban yang dirawat mencapai 91 jiwa. Terdiri dari 20 pasien luka bakar serius dan 71 pasien luka ringan.

Sedangkan untuk laporan warga yang hilang sat ini tercatat mencapai 253 orang. Sebagian besar adalah warga Cangkringan.

www.vivanews.com
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
free web site traffic and promotion