Ribuan Warga Magelang Ngungsi ke Kulonprogo
KULONPROGO - Lebih dari seribu warga Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengungsi ke Kabupaten Kulonprogo, DIY. Mereka berasal dari sejumlah desa di Kecamatan Ngluwar yang berada di perbatasan Magelang dan Boyolali.
Warga terpaksa mengungsi, karena tempat tinggalnya banyak terkena dampak letusan gunung merapi. Para pengungsi ini, meninggalkan rumahnya sejak Jumat (05/11/2010) dini hari, di mana Gunung Merapi memuntahkan abu dan pasir.
Saat ini, mereka ditempatkan di tujuh lokasi penampungan yang ada di Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo. Yakni aula Balai Desa Banjarharjo, Balai Desa Banjaroyo, SMP Maarif Kalibawang, SD dan rumah kadus Kempong, Banjaroyo, di Balai Desa Banjararum dan di Kecamatan Kalibawang.
Salah saorang pengungsi, Trisno mengatakan wilayahnya telah terkena dampak merapi yang cukup berat. Sepanjang malam terdengar dentuman dan gemuruh yang cukup keras. Kendati tidak sampai terkena awan panas, namun abu, pasir dan kerikil telah menghujani rumah penduduk.
Warga sendiri resah dan mulai menyingkir sejak malam. Baik dengan sepedamotor, truk ataupun kendaraan pribadi milik warga.
“Di tempat kita sudah cukup gelap, banyak pohon tumbang. Warga sendiri takut dan memilih mengungsi ke sini karena yang terdekat ,” jelas warga Blongkeng, Ngluwar ini.
Warga lainnnya, Limanto mengatakan, sebagian warga yang diungsikan adalah kaum ibu, anak-anak, dan lansia. Sedangkan para remaja masih bertahan untuk menjaga keamanan wilayah. Setiap saat mereka akan bergilir berjaga dengan yang berada di pengungsian.
“Mudah-mudahan Merapi cepat mereda agar kami bisa pulang,” jelasnya.
Adanya gelombang pengungsi di Kulonprogo direspon oleh Pemkab setempat. Bupati bersama dengan SKPD terkait langsung turun ke lapangan. Mereka menyiapkan tempat pengungsian, dapur umum, dan sarana kesehatan dan MCK. Termasuk menerjunkan petugas kesehatan yang dibantu polisi dan TNI.
“Karena ini bencana, sudah sepantasnya kita ikut terlibat,” jelas Bupati Kulonprogo Toyo Santoso Dipo.
Menurut Toyo, pihaknya juga telah menerjunkan Kabid Sosial Dinsosnakertrans Kulonprogo untuk menjamin ketersediaan stok logistik dalam satu pekan ke depan.
Saat ini, kata dia, sudah ada mie instant, beras, dan sarden yang bisa digunakan untuk keadaan darurat. Termasuk tenda besar,untuk menampung pengungsi yang terus bertambah.
“Sudah lebih dari seribu warga yang kami tampung, dan kami jamin logistik cukup untuk tujuh hari kedepan,”jelasnya.
Menurutnya, permasalahan yang kini muncul adalah keterbatasan air bersih, susu bagi balita dan MCK. Untuk hal ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan DPU dan PDAM, untuk membangun sarana darurat.
(Kuntadi/Koran SI/ded)
http://news.okezone.com
Warga terpaksa mengungsi, karena tempat tinggalnya banyak terkena dampak letusan gunung merapi. Para pengungsi ini, meninggalkan rumahnya sejak Jumat (05/11/2010) dini hari, di mana Gunung Merapi memuntahkan abu dan pasir.
Saat ini, mereka ditempatkan di tujuh lokasi penampungan yang ada di Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo. Yakni aula Balai Desa Banjarharjo, Balai Desa Banjaroyo, SMP Maarif Kalibawang, SD dan rumah kadus Kempong, Banjaroyo, di Balai Desa Banjararum dan di Kecamatan Kalibawang.
Salah saorang pengungsi, Trisno mengatakan wilayahnya telah terkena dampak merapi yang cukup berat. Sepanjang malam terdengar dentuman dan gemuruh yang cukup keras. Kendati tidak sampai terkena awan panas, namun abu, pasir dan kerikil telah menghujani rumah penduduk.
Warga sendiri resah dan mulai menyingkir sejak malam. Baik dengan sepedamotor, truk ataupun kendaraan pribadi milik warga.
“Di tempat kita sudah cukup gelap, banyak pohon tumbang. Warga sendiri takut dan memilih mengungsi ke sini karena yang terdekat ,” jelas warga Blongkeng, Ngluwar ini.
Warga lainnnya, Limanto mengatakan, sebagian warga yang diungsikan adalah kaum ibu, anak-anak, dan lansia. Sedangkan para remaja masih bertahan untuk menjaga keamanan wilayah. Setiap saat mereka akan bergilir berjaga dengan yang berada di pengungsian.
“Mudah-mudahan Merapi cepat mereda agar kami bisa pulang,” jelasnya.
Adanya gelombang pengungsi di Kulonprogo direspon oleh Pemkab setempat. Bupati bersama dengan SKPD terkait langsung turun ke lapangan. Mereka menyiapkan tempat pengungsian, dapur umum, dan sarana kesehatan dan MCK. Termasuk menerjunkan petugas kesehatan yang dibantu polisi dan TNI.
“Karena ini bencana, sudah sepantasnya kita ikut terlibat,” jelas Bupati Kulonprogo Toyo Santoso Dipo.
Menurut Toyo, pihaknya juga telah menerjunkan Kabid Sosial Dinsosnakertrans Kulonprogo untuk menjamin ketersediaan stok logistik dalam satu pekan ke depan.
Saat ini, kata dia, sudah ada mie instant, beras, dan sarden yang bisa digunakan untuk keadaan darurat. Termasuk tenda besar,untuk menampung pengungsi yang terus bertambah.
“Sudah lebih dari seribu warga yang kami tampung, dan kami jamin logistik cukup untuk tujuh hari kedepan,”jelasnya.
Menurutnya, permasalahan yang kini muncul adalah keterbatasan air bersih, susu bagi balita dan MCK. Untuk hal ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan DPU dan PDAM, untuk membangun sarana darurat.
(Kuntadi/Koran SI/ded)
http://news.okezone.com
0 komentar:
Posting Komentar
Untuk umum, Beri Komentar Sebagai : Anonymous atau Name/URL